Sabtu, 11 Juni 2016



Politeknik APP Jakarta adalah salah satu kampus yang berada dibawah naungan Kementrian Perindustrian. Saat ini semua kampus yang berada di bawah Kementrian Perindustrian (Kemenperin) di berikan kebijakan baru yaitu menjadikan tiap-tiap kampus dan program studinya menjadi lebih spesifik lagi.  Selain itu juga adanya pergantian direktur di setiap periodenya juga mempengaruhi adanya perubahan peraturan yang diterapkan dalam kampus salah satunya adalah diterapkannya aturan absensi 100 %  untuk praktikum, hal ini mengundang kontroversi baik Mahasiswa maupun Dosen yang mengajar karena ada yang setuju dengan adanya peraturan tersebut namun juga banyak yang tidak setuju dengan adanya aturan tersebut.
Pro dan kontra yang terjadi disebabkan karena adanya perbedaan anggapan yakni ada yang beranggapan bahwa absensi 100% baik untuk diterapkan karena praktikum juga menjadi hal yang sangat  menunjang kemampuan mahasiswa serta diadakan hanya sekali dalam satu minggu oleh sebab itu absensi 100% tidak menjadi masalah pada kalangan yang pro dengan aturan tersebut.
Sedangkan yang kontra mengatakan bahwa aturan tersebut tidak seharusnya diterapkan di Poltek APP, karena yang pertama dari segi kesehatan, yang kedua dari segi kebijakannya yang dinilai tidak toleran kepada Mahasiswa, karena jika Mahasiswa tidak masuk pada jam praktikum meskipun sedang sakit dan memberikan surat  keterangan dokter mahasiswa tersebut tetap dinyatakan tidak masuk, sedangkan nilai praktikum apabila satu kali tidak masuk akan langsung mendapat nilai E.
Sebagai salam satu mahasiswa poltek APP saya pun ikut bersuara dengan adanya peraturan tersebut, karena dengan adanya penerapan aturan absensi 100% maka akan membuat mahasiswa lebih disiplin dan memang baik jika diterapkan namun jika mahasiswa mengalami musibah dan ternyata dosen atau pihak kampus tidak memberi kebijakan dan langsung memfonis nilai E maka itu yang membuat saya kurang setuju, karena seharusnya dosen maupun pihak kampus memberi opsi lain agar absensi yang kosong dapat terisi dengan cara memberi tugas ataupun dengan cara mencari jam pengganti di kelas lain.
Namun karena peraturannya diterapkan dengan sistem jika tidak masuk maka alpa atau mendapata nilai E mka saya sebagai mahasiswa tidak setuju dengan kebijakan itu, namun jika peraturan tersebut tetap diterapkan dengan  adanya pertimbangan atau ada toleransi maka itu akan merubah persepsi saya.


Selasa, 24 Mei 2016


Di pagi hari yang cukup cerah, terlihat siswa dan siswi yang tengah berjalan menuju sekolah tercinta, namun diantara banyaknya anak, terlihat salah seorang siswa yang nampak sedikit murung entah apa gerangan yang terjadi padanya seorang pun tak ada yang tahu.  Akhirnya tibalah mereka disekolahan tercinta dan langsung menuju ke ruang kelas dan duduk masing-masing dibangkunya, namun seorang siswa yang terlihat murung tadi wajahnya tetap murung, hingga akhirnya ditanyai oleh ibu guru yang mengajar di kelas itu.
Ibu Guru           : “Agil kamu kenapa?, kok kamu gak seperti biasanya ada apa?, Tanya Ibu Guru   kepada Agil.
Agil                 : “Sebenernya hari ini saya sedang terkena musibah Bu. jawab Agil”
Ibu Guru         : “(kaget) musibah apa Gil?”
Agil                 : dengan muka murung dan menampakkan kesedihannya “ Kakek saya meningal Bu, makanya saya sedih dan murung seperti ini?
Ibu Guru         : “Innalillahi Wainna ilaihi rojiun, kalo begitu kenapa kamu masuk sekolah hari ini Gil?”
Agil                 : “sebenarnya saya mau absen saja hari ini Bu, tapi karena saya murid teladan di sekolah ini  jadi saya tetap harus masuk kelas meskipun sedang terkena musibah”
Ibu Guru       : “Yasudah kalau begitu  kamu pulang saja, selesai pelajaran ini, nanti ibu dan teman-teman akan datang kerumah kamu untuk berdoa bersama. Anak-anak lain kali kalau ada yang terkena musibah seperti ini tidak usah masuk juga tidak apa-apa. ya sudah Agil kamu pulang saja sekarang, jangan sedih.”
Agil                 : “serius Bu, saya boleh pulang sekarang?,”
Ibu Guru         : “ iya Gil.”
Agil                 : “ baiklan Bu kalau begitu saya pulang sekarang, terimakasih atas izin nya Bu.”
lalu agil keluar kelas dengan muka sedihnya, tiba-tiba dipertengahan jalan menuju rumah, agil bernyanyi-nyanyi dengan riang dan gembira, sesampainya dirumah.
Agil                 : “assalamualaikum?”
kakek               : “ wa’alaikum salam siapa?”
Agil                 : “Agil, Kek.”
kakek               : membuka pintu dan bertanya “ kok kamu sudah pulang, jam berapa ini, kamu bolos ya?”
Agil                 : “Jam 9 kek, Agil enggak bolos kok,tapi agil disuruh pulang sama Ibu Guru”
kakek               : “ kamu saja yang pulang atau teman-teman lainnya juga?”
Agil                 : “enggak kok kek, Agil aja yang disuruh pulang”
terdengar suara orang mengetuk pintu (tok, tok, tok)
Agil                 : “Waduh jangan-jangan itu Ibu Guru sama teman-teman “
kakek               : “ Memang kenapa kalu itu Ibu Guru dan temen-teman mu?”
Agil                 : “Cepet ngumpet kek”
kakek               : “ loh memang kenapa kok kakek yang ngumpet, harusnya kamu yang ngumpet orang kamu yang bolos kok malah kakek yang ngumpet”
Agil                 : “Tadi itu Agil disuruh pulang karena Agil bilang kalo kakek meninggal, jadi sekarang kakek ngumpet aja sebelum ketahuan sama Ibu Guru dan teman-teman.
setelah itu kakek terkena serangan jantung dan stoke.