Politeknik
APP Jakarta adalah salah satu kampus yang berada dibawah naungan Kementrian
Perindustrian. Saat ini semua kampus yang berada di bawah Kementrian
Perindustrian (Kemenperin) di berikan kebijakan baru yaitu menjadikan tiap-tiap
kampus dan program studinya menjadi lebih spesifik lagi. Selain itu juga adanya pergantian direktur di
setiap periodenya juga mempengaruhi adanya perubahan peraturan yang diterapkan
dalam kampus salah satunya adalah diterapkannya aturan absensi 100 % untuk praktikum, hal ini mengundang
kontroversi baik Mahasiswa maupun Dosen yang mengajar karena ada yang setuju
dengan adanya peraturan tersebut namun juga banyak yang tidak setuju dengan
adanya aturan tersebut.
Pro
dan kontra yang terjadi disebabkan karena adanya perbedaan anggapan yakni ada
yang beranggapan bahwa absensi 100% baik untuk diterapkan karena praktikum juga
menjadi hal yang sangat menunjang
kemampuan mahasiswa serta diadakan hanya sekali dalam satu minggu oleh sebab
itu absensi 100% tidak menjadi masalah pada kalangan yang pro dengan aturan
tersebut.
Sedangkan
yang kontra mengatakan bahwa aturan tersebut tidak seharusnya diterapkan di
Poltek APP, karena yang pertama dari segi kesehatan, yang kedua dari segi
kebijakannya yang dinilai tidak toleran kepada Mahasiswa, karena jika Mahasiswa
tidak masuk pada jam praktikum meskipun sedang sakit dan memberikan surat keterangan dokter mahasiswa tersebut tetap
dinyatakan tidak masuk, sedangkan nilai praktikum apabila satu kali tidak masuk
akan langsung mendapat nilai E.
Sebagai
salam satu mahasiswa poltek APP saya pun ikut bersuara dengan adanya peraturan
tersebut, karena dengan adanya penerapan aturan absensi 100% maka akan membuat
mahasiswa lebih disiplin dan memang baik jika diterapkan namun jika mahasiswa
mengalami musibah dan ternyata dosen atau pihak kampus tidak memberi kebijakan
dan langsung memfonis nilai E maka itu yang membuat saya kurang setuju, karena
seharusnya dosen maupun pihak kampus memberi opsi lain agar absensi yang kosong
dapat terisi dengan cara memberi tugas ataupun dengan cara mencari jam
pengganti di kelas lain.
Namun
karena peraturannya diterapkan dengan sistem jika tidak masuk maka alpa atau
mendapata nilai E mka saya sebagai mahasiswa tidak setuju dengan kebijakan itu, namun jika peraturan tersebut tetap diterapkan dengan adanya pertimbangan atau ada toleransi maka
itu akan merubah persepsi saya.